Mencari Format Pendidikan Ideal

18 03 2008

Ilmu membuat orang jadi pandai, teknologi memberi kemudahan, namun semuanya tidak membawa bahagia dan hanya sepi dan kengerian yang terbayang. Kenyataan terjadinya hal itu adalah karena masing-masing pengetahuan itu terpisah satu sama lain. Ilmu terpisah dari moral, moral terpisah dari seni, senipun terpisah dari ilmu. Pengetahuan kita hanya memiliki sepotong-sepotong, tidak utuh. (Jujun S. Sumantri, 1992)

Beberapa dekade terakhir ini, mutu hasil pendidikan di Indonesia dinilai cukup memprihatinkan. Berbagai model dan format pendidikan nasional yang sudah berjalan puluhan tahun ternyata belum mampu menghasilkan manusia Indonesia yang bertanggung jawab, jujur dan memiliki integritas tinggi. Sebaliknya, moral bangsa semakin memprihatinkan. Indonesia kini telah menjadi bangsa yang dikenal sebagai negara dengan tingkat korupsi, kerusakan lingkungan, dan kriminalitas yang tinggi. Semua itu terjadi karena pendidikan yang diterapkan di Indonesia belum memberikan tempat yang sinergis antara pendidikan berbasis kognitif-psikomotorik dan pendidikan berbasis afektif (akhlaq atau moral).

Menurut Alaydroes (2002), pada sektor pendidikan umum terjadi sekularisasi pendidikan, yang memisahkan pendidikan umum dari pendidikan agama yang sesungguhnya sarat dengan pesan-pesan moral. Sementara di sektor pendidikan agama yang banyak diselenggarakan di madrasah atau pesantren terjadi sakralisasi pendidikan, yakni muatan-muatan agama yang tidak mempertimbangkan hal-hal yang terjadi dan berkembang di dunia. Sehingga murid-murid yang dihasilkan adalah murid-murid yang mengetahui ilmu agama tetapi “gagap” dalam dalam beradaptasi dengan kehidupan sehari-hari yang sarat dengan perubahan dan perkembangan ilmu dan teknologi.

Adapun perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang sangat pesat, di satu sisi telah mengantarkan manusia untuk meningkatkan kesejahteraan materiilnya. Namun di sisi lain, paradigma iptek modern dengan berbagai pendekatannya yang empiris, obyektif dan bebas etik, telah membawa manusia pada kehampaan nilai-nilai spiritual. Fenomena ini ditandai dengan terkikisnya nilai-nilai kemanusiaan manusia dan hilangnya semangat religius dalam segala aktivitas kehidupannya. Nilai-nilai ketuhanan semakin mengalami pergeseran yang berarti, dan nilai-nilai altruistik (cinta kasih, mahabbah) terlihat berganti menjadi nilai individualistik.

Terjadinya transformasi nilai yang amat krusial itu, reorientasi pendidikan diharapkan masih memberikan peluang untuk meluruskan kembali penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam pranata sosio-budaya, personal yang berkenaan dengan persepsi ilmu, dan implementasinya dalam kehidupan praktis manusia. Untuk itu perlu ditemukan konsep pendidikan yang dapat memberikan gambaran orientasi yang utuh sebagai jalan keluar dalam upaya memanusiakan manusia dalam posisinya sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi, dengan menekankan pada harmonisasi hubungan, baik dengan sesama maupun dengan alam lingkungannya, yang ditopang dan dijiwai dengan nilai-nilai ilahiyah.

Bagaimana formatnya, mari kita diskusikan bersama

About these ads

Actions

Information

2 responses

11 06 2008
pinkparis

Betul banget, mata pelajaran Agama dan PPKN (dulu saya masih PMP) yang seharusnya juga merupakan mata pelajaran yang penting hanya diajarkan sambil lalu saja. Orang tua cenderung untuk lebih memikirkan nilai IPA anak-anaknya dari pada nilai pendidikan moral dan agamanya. Mungkin salah satu caranya adalah juga menyadarkan para orang tua agar semua mata pelajaran itu penting dan semuanya saling berkaitan erat membentuk kepribadian anaknya. Apa gunanya seorang anak yang pinter berhitung tetapi dia tidak bisa bersikap dengan baik?

13 01 2011
Anonymous

pelajaran agama adalah pilar yang kuat tempat pegang semua ilmu, biar semua yang bersekolah menjadi manusia pintar berotak manusia ciptaan Tuhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: