Mengapa harus minta maaf dan memaafkan?

22 10 2008

Walaupun saat menulis posting ini Ramadhan telah berlalu tiga pekan yang lalu dan Syawalpun hampir berakhir, Insya Allah tidak ada kata terlambat untuk mengucapkan TAQABBALALLAHU MINNA WA MINKUM Mohon Maaf Lahir Batin. Semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan diterima oleh Allah Swt. Amin..

Sebenarnya agak geli juga sih menuliskan kalimat “Mohon Maaf Lahir Batin”. Sepertinya klise menuliskan kalimat itu. Tapi tulus lo itu saya ungkapkan dari hati yang terdalam, kepada seluruh pihak yang pernah dan sedang atau akan mampir di blog ini. Maaf cukup lama blog ini tidak diupdate, cuma sesekali negok saja. Jadi Maklum jika kesannya seperti rumah angker tak berpenghuni;-).

Kembali ke kata “maaf”, kata itu memang mudah diucapkan, apalagi di bulan Syawal ini, seperti ringan tanpa beban dan sesudah mengucapkan kata itu, seakan seluruh dosa dan kesalahan telah lepas. Benarkah?

Diakui atau tidak, ternyata banyak lo diantara kita yang mengucapkan kata itu sekedarnya tanpa ada ketulusan dari hati untuk benar-benar meminta maaf. Sebaliknya, banyak pula dari kita menjawab kata itu sekedarnya, tanpa ada ketulusan pula untuk memaafkan. Pernah nggak terbersit dalam hati kita ungkapan,”yang penting kan sudah minta maaf,” atau kalimat,” ya saya maafkan tapi tidak saya lupakan.” Jika pernah, artinya kita perlu mengevaluasi kembali ketulusan hati kita terhadap kata maaf dan memaafkan.





Penyesalan Si Buta

26 02 2008

Ini adalah kisah nyata. Pada jaman dahulu, sekitar abad 6-7 masehi, hidup seorang tua renta lagi buta. Jika dilihat secara fisik, ia nampak sebagai orang tua yang lemah dan tidak berdaya. Pekerjaannya setiap hari adalah duduk di sudut tempat di tengah keramaian kota sambil berbicara tanpa henti bercerita tentang seseorang. Tentu apa yang ia lakukan menarik perhatian setiap orang yang lalu lalang di sekitarnya. Read the rest of this entry »





Hidup Bahagia Mati Masuk Surga

20 02 2008

Siapa yang tak mau hidup bahagia? bisa dipastikan semua manusia normal alias yang tidak memiliki kelainan jiwa menjawab,”tentu saya mau hidup bahagia.” Pertanyaan selanjutnya yang mungkin muncul, “kemana saya harus mencari dan mendapatkan kebahagiaan?”. Jawabnya sebenarnya sederhana. Di saat setiap manusia mau berpikir positif, dan memandang segala hal dengan pikiran positif, insya Allah kebahagiaan itu bisa didapatkan. Di samping itu, ada yang mengatakan, di saat manusia telah memiliki makna dalam hidupnya, maka semakin besar peluangnya untuk mendapatkan kebahagiaan dalam hidupnya. Read the rest of this entry »





Hello world!

17 01 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!