Mengapa harus minta maaf dan memaafkan?

22 10 2008

Walaupun saat menulis posting ini Ramadhan telah berlalu tiga pekan yang lalu dan Syawalpun hampir berakhir, Insya Allah tidak ada kata terlambat untuk mengucapkan TAQABBALALLAHU MINNA WA MINKUM Mohon Maaf Lahir Batin. Semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan diterima oleh Allah Swt. Amin..

Sebenarnya agak geli juga sih menuliskan kalimat “Mohon Maaf Lahir Batin”. Sepertinya klise menuliskan kalimat itu. Tapi tulus lo itu saya ungkapkan dari hati yang terdalam, kepada seluruh pihak yang pernah dan sedang atau akan mampir di blog ini. Maaf cukup lama blog ini tidak diupdate, cuma sesekali negok saja. Jadi Maklum jika kesannya seperti rumah angker tak berpenghuni;-).

Kembali ke kata “maaf”, kata itu memang mudah diucapkan, apalagi di bulan Syawal ini, seperti ringan tanpa beban dan sesudah mengucapkan kata itu, seakan seluruh dosa dan kesalahan telah lepas. Benarkah?

Diakui atau tidak, ternyata banyak lo diantara kita yang mengucapkan kata itu sekedarnya tanpa ada ketulusan dari hati untuk benar-benar meminta maaf. Sebaliknya, banyak pula dari kita menjawab kata itu sekedarnya, tanpa ada ketulusan pula untuk memaafkan. Pernah nggak terbersit dalam hati kita ungkapan,”yang penting kan sudah minta maaf,” atau kalimat,” ya saya maafkan tapi tidak saya lupakan.” Jika pernah, artinya kita perlu mengevaluasi kembali ketulusan hati kita terhadap kata maaf dan memaafkan.





SEBUAH WASIAT

24 03 2008

Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhahu berwasiat

“Janganlah engkau tergolong dari orang yang berkata
dengan perkataan para zahid (yang tidak suka dunia),
dan bekerja dengan pekerjaan orang serakah. Suka
kepada orang shaleh tapi tidak mengerjakan pekerjaan
mereka. Benci kepada pelaku dosa tapi termasuk salah
seorang dari mereka.

Kalau sehat ‘ujub pada diri sendiri, dan kalau diuji
cepat patahati. Kalau menderita musibah, berdoa dengan
terpaksa, dan Kalau mendapat karunia berpaling dan
menyombongkan diri.

Dirinya ditundukkan oleh persangkaannya, bukan oleh
keyakinannya. Bercerita tentang ibrah akan tetapi
tidak menjadikannya sebagai ibrah. Banyak mengunyah
petuah, namun tidak dijadikan sebagai petuah.
Kata-katanya dijadikan dalil tetapi perbuatannya
bertentangan dari itu.

Membesar-besarkan dosa orang lain dan meremehkan
dosanya sendiri. Membangga-banggakan ketaatan dirinya
dan tidak menilai ketaatan orang lain. Senang
mengumpat orang, dan kerjanya berpura-pura. Senang
berfoya-foya dengan orang-orang kaya, dan tidak suka
berdzikir dengan orang-orang fakir miskin.

Suka membenarkan diri sendiri dan selalu menyalahkan
orang. Selalu melanggar dan menuntut penepatan,
padahal dia sendiri tidak pernah menepati janji. Takut
kepada makhluk tidak demi Robbnya, dan tidak Robbnya
demi makhluk-Nya.”

sumber: Hiburan Orang Mukmin 2





ISLAM DAN PENDIDIKAN

18 03 2008

Pendidikan adalah sebuah media bagi terjadinya transformasi nilai dan ilmu yang berfungsi sebagai pencetus corak kebudayaan dan peradaban manusia. Pendidikan bersinggungan dengan upaya pengembangan dan pembinaan seluruh potensi manusia (ruhaniah dan jasadiyah) tanpa terkecuali dan tanpa prioritas dari sejumlah potensi yang ada. Dengan pengembangan dan pembinaan seluruh potensi tersebut, pendidikan diharapkan dapat mengantarkan manusia pada suatu pencapaian tingkat kebudayaan yang yang menjunjung hakikat kemanusiaan manusia. Read the rest of this entry »





Mencari Format Pendidikan Ideal

18 03 2008

Ilmu membuat orang jadi pandai, teknologi memberi kemudahan, namun semuanya tidak membawa bahagia dan hanya sepi dan kengerian yang terbayang. Kenyataan terjadinya hal itu adalah karena masing-masing pengetahuan itu terpisah satu sama lain. Ilmu terpisah dari moral, moral terpisah dari seni, senipun terpisah dari ilmu. Pengetahuan kita hanya memiliki sepotong-sepotong, tidak utuh. (Jujun S. Sumantri, 1992) Read the rest of this entry »





Penyesalan Si Buta

26 02 2008

Ini adalah kisah nyata. Pada jaman dahulu, sekitar abad 6-7 masehi, hidup seorang tua renta lagi buta. Jika dilihat secara fisik, ia nampak sebagai orang tua yang lemah dan tidak berdaya. Pekerjaannya setiap hari adalah duduk di sudut tempat di tengah keramaian kota sambil berbicara tanpa henti bercerita tentang seseorang. Tentu apa yang ia lakukan menarik perhatian setiap orang yang lalu lalang di sekitarnya. Read the rest of this entry »





Hidup Bahagia Mati Masuk Surga

20 02 2008

Siapa yang tak mau hidup bahagia? bisa dipastikan semua manusia normal alias yang tidak memiliki kelainan jiwa menjawab,”tentu saya mau hidup bahagia.” Pertanyaan selanjutnya yang mungkin muncul, “kemana saya harus mencari dan mendapatkan kebahagiaan?”. Jawabnya sebenarnya sederhana. Di saat setiap manusia mau berpikir positif, dan memandang segala hal dengan pikiran positif, insya Allah kebahagiaan itu bisa didapatkan. Di samping itu, ada yang mengatakan, di saat manusia telah memiliki makna dalam hidupnya, maka semakin besar peluangnya untuk mendapatkan kebahagiaan dalam hidupnya. Read the rest of this entry »





Kecanduan Hypnoparenting

4 02 2008

Di saat orang tua mulai putus asa dengan berbagai problem yang dihadapi dalam mengasuh anak-anak mereka, beberapa waktu terakhir ini santer istilah hypnoparenting didengar. Problem anak-anak seperti malas belajar, bosan sekolah, prestasi menurun, anak kurang nafsu makan, suka menggigit jari, ngompol dan masalah-masalah lain tentang kebiasaan-kebiasaan yang tidak dikehendaki orang tua tetapi menjangkiti anak, seakan menjadi mudah diselesaikan ketika tawaran hypnoterapi diberikan. Sebenarnya apa hypnoparenting itu? Read the rest of this entry »